Senin, 27 April 2015

 09.16      ,    No comments
Oleh Aziz Putra Wijaya




Ada seorang dosen dari fakultas agama yang selalu mengajarkan tentang keyakinan kepada mahasiswanya di kelas manapun. Dosen tersebut, mengajarkan kepada mahasiswanya untuk selalu berpegang teguh kepada apa yang diyakini dan tidak mudah berubah oleh faktor apapun.
Suatu hari, dosen tersebut mendapat amanah dari pimpinan, untuk menjadi ketua dari suatu kegiatan (outbond) untuk para mahasiswa yang akan dilakukan di luar kampus. Lalu, ketika kegiatan itu sudah hampir sampai pada waktunya. Dosen tersebut mengumumkan tentang perlengkapan yang harus dibawa, kepada seluruh mahasiswa yang hendak mengikuti kegiatan tersebut. Ia juga mengumumkan kepada seluruh mahasiswa agar memakai celana (training) baik laki-laki maupun perempuan dan mengharamkan memakai rok.
Keesokan harinya, semua mahasiswa dan para panitia berkumpul dan hendak berangkat untuk menuju tempat tujuan. Sampai disana (tempat tujuan), para mahasiswa istirahat sebentar untuk melepaskan keletihannya setelah berjam-jam dalam perjalanan. Sedangkan, para panitia mempersiapkan beberapa kegiatan yang telah disusun sebelum kegiatan berlangsung. Pada saat kegiatan hendak dimulai, seorang panitia melihat, ada seorang mahasiswa (pr) yang tidak menaati perintah. Mahasiswa tersebut memakai rok. Padahal, yang lainnya memakai celana laki-laki maupun perempuan sesuai dengan perintah.
Lalu, panitia tersebut dan para panitia yang lainnya memanggil gadis itu, lalu memarahinya karena ia tidak menaati perintah.  Si gadis tersebu tmerasa takut karena merasa ada tekanan pada dirinya. Panitia itu bertanya kepada si gadis“ kenapa kamu tidak melaksanakan perintah?”dengan nada tinggi.  gadis itupun diam, “tidak menjawab pertanyaan dari panitia”.
Kemudian, seorang panitia melaporkan kejadian itu kepada ketua (dosen agama) dan membawa gadis tersebut menghadap kepada ketua. Ketua tersebut bertanya “kenapa kamu mamakai rok sedangkan kemarin saya menyuruh kamu untuk memakai celana?”, akhirnya, gadis tersebut menjawab “bapak pernah bilang dalam kelas saya, agar kalian harus tetap berpegang teguh kepada apa yang menurut kalian benar. Menurut saya inilah yang benar, karna dalam agama kita, berpakaian yang baik adalah berpakaian yang dapat menutup aurat, baik warna kulit ataupun bentuk lekuk tubuh”. Mendengar jawaban tersebut sang dosenpun terdiam sejenak. Lalu berkata, “yasudah, kamu boleh mengikuti kegiatan asalkan kamu mau menanggung resikonya sendiri.” Gadis tersebut menjawab dengan sangat tegas, “iya pak, saya siap menaggung resiko apapun.” Kemudian, sang gadis mengikuti kegiatan hingga selesai.
Disisi lain sang dosen kagum pada gadis tersebut dan berkata “baru sekarang saya melihat anak bukan dari jurusan agama (syari’ah). Namun, hatinya bersyaria’ah. Yang mungkin sulit saya temukan pada mahasiswa syari’ah.”
(kesimpulannya, tidak butuh dukungan dari siapapun ketika kita sudah meyakini bahwa apa yang kita lakukan sudah benar. Karena, tanpa kita sadari kita sudah punya pendukung yang sangat besar dan maha besar, yaitu Allah. Dan berusaha untuk tetap konsisten dengan prinsip dan kepribadian yang sudah kita bentuk selama bertahun-tahun.  yang kita rasa,sudah cocok dengan diri kita.bukan hanya sekedar omongan yang akan berubah ketika hidup mulai terbengkalai).






Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Recent Posts

Unordered List

Text Widget